Pengamat sepak bola nasional, Yusuf Kurniawan, menyarankan agar pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tidak mengulangi kesalahan taktik saat menghadapi Australia pada 20 Maret 2025, yang berujung kekalahan telak 1-5. Yuke, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya mempertahankan pendekatan yang sukses saat melawan Bahrain.
Menurut Yuke, Timnas Indonesia menunjukkan performa yang menjanjikan saat mengalahkan Bahrain 1-0 pada 25 Maret 2025. Ia menilai bahwa Kluivert dan staf teknisnya telah belajar dari kekalahan melawan Australia dan menyadari bahwa filosofi bermain terbuka tidak cocok dengan materi pemain yang ada.
Yuke menambahkan bahwa skema permainan yang diterapkan saat melawan Bahrain adalah yang paling tepat untuk menghadapi China pada 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk mengubah komposisi pemain dan ritme permainan yang sudah terbukti efektif.
“Saya kira tidak ada pilihan lain, tidak ada opsi lain, tidak ada alasan lain kecuali mempertahankan irama dan ritme, maupun juga komposisi pemain saat menghadapi China nanti,” ujar Yusuf Kurniawan.
Yuke berharap Kluivert dapat menahan egonya untuk menerapkan karakter permainan yang diinginkannya dan lebih menyesuaikan dengan materi pemain yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini. Ia mengingatkan bahwa sebelum kedatangan Kluivert, Timnas Indonesia berada dalam posisi yang baik di Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
“Apalagi, kita tahu bahwa sebelum kedatangan Patrick Kluivert, kita dalam posisi yang bagus, baik dari segi klasemen maupun efektivitas permainan. Jadi, Kluivert memang seyogyanya meneruskan,” lanjutnya.
Yuke juga menyoroti bahwa Timnas Indonesia kehilangan identitasnya saat bermain terlalu terbuka melawan Australia. Ia berharap Kluivert dapat menemukan keseimbangan antara menyerang dan bertahan, serta lebih memperhatikan lini belakang.
“Menurut saya, kita seperti tidak mengenal identitas kita yang sebenarnya saat menghadapi Australia. Itu seperti Timnas Indonesia yang baru, yang naif karena bermain sangat terbuka dan tidak mempertimbangkan transisi,” ulasnya.
Dengan mempertahankan pendekatan yang lebih seimbang dan realistis, Yuke yakin Timnas Indonesia dapat meraih hasil positif saat melawan China dan menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2026.
Social Header